
Di kawasan ini juga terdapat wahana permainan seperti flying fox, bianglala, dan kita bisa menyewa perahu bebek ataupun kano. Hampir mirip yang ada di pasar malam pada umumnya. Tetapi pada saat saya datang ke sini berbagai wahana ini tampak sepi, dan tidak ada yang memainkannya. Mungkin karena waktu saya datang memang bukan pada hari libur, jadi tidak banyak wisatawan yang datang.
Kawasan yang cukup luas memberikan berbagai pilihan kegiatan yang bisa kita lakukan disini. Bila kita ingin menikmati suasana alam yang masih asri, kita bisa menyempatkan diri untuk masuk lebih dalam ke kawasan hutan yang dikelola oleh Perhutani. Untuk memasuki kawasan ini kita hanya ditarik biaya masuk yang tidak besar. Dan pada saat memasuki kawasan hutan, kita akan disambut oleh kedatangan gerombolan monyet yang ada di sini. Walaupun mereka sering meminta makanan yang dibawa oleh wisatawan, tetapi monyet-monyet ini tidak agresif. Sepertinya mereka sudah terbiasa dengan kedatangan wisatawan di kawasan ini.
Setelah memasuki jalan setapak yang tidak terlampau jauh, kita akan sampai di lokasi Air Terjun Tlogo Muncar. Sayang ketika saya berkunjung sedang musim kemarau, jadi debit airnya sangat sedikit. Tetapi hal ini tidak begitu mengganggu keindahan air terjun yang katanya pernah dipakai mandi oleh seorang putri Kerajaaan Majapahit bernama Dewi Candrakirana ini. Berada di sekitar Tlogo Muncar memberikan ketenangan tersendiri. Sejuknya udara, serta rimbunnya pepohonan menjadikan nuansa alami sangat terasa disini. Dan bila kita ingin beristirahat sejenak, kita dapat duduk-duduk di taman dan ayunan yang disediakan, sembari melihat gerombolan monyet yang berkeliaran. Nilai lebih kawasan ini adalah adanya papan nama jenis pohon yang ada di banyak pohon di sini. Hal ini tentunya akan menambah pengetahuan kita tentang ragam flora yang ada.
Tetapi bila kita malas berjalan kaki, kita bisa menyewa mobil jeep untuk mengantar kita berkeliling hingga kawasan Lava Tour dengan kisaran harga sewa 250 ribu rupiah pada hari biasa dan 300 ribu rupiah pada hari libur. Menyusuri kawasan kaliurang dengan menggunakan jeep kap terbuka tentunya memiliki keasyikan tersendiri. Selama di perjalanan kita bisa menikmati kawasan asri kaliurang dan melihat sisa-sisa bencana letusan gunung Merapi yang terjadi pada tahun 2010 lalu.Untuk wisatawan yang datang berombongan, kita juga bisa menyewa kereta mini yang bentuknya cukup unik seperti di bawah ini:
Puas berjalan-jalan, tentunya perut akan terasa lapar. Tetapi jangan khawatir, di sini terdapat berbagai makanan khas yang bisa kita nikmati. Terdapat banyak warung yang menyediakan menu-menu seperti jadah tempe, nasi pecel, dan sate kelinci. Harga yang ditawarkan juga tidak mahal tentunya. Jadi, kawasan wisata Tlogo Putri ini bisa menjadi pilihan liburan kita sekeluarga yang tidak menguras kantong.
0 comments:
Post a Comment