Explore-Indonesia

  • Home
  • City
    • Jakarta
    • Yogyakarta
    • Bali
    • Jawa
    • Sumatera
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Papua
  • Hotels
    • Jakarta
    • Yogyakarta
    • Bali
    • Jawa
    • Sumatera
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Papua
  • Travel
    • Jakarta
    • Yogyakarta
    • Bali
    • Jawa
    • Sumatera
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Papua
  • Nature
  • History
  • food beverage
  • other category
Showing posts with label Nature. Show all posts
Showing posts with label Nature. Show all posts

Monday, November 24, 2014

Puncak Suroloyo

 Unknown     12:56 AM     Nature     1 comment   


      Puncak Suroloyo merupakan obyek wisata di daerah Kulonprogo , menyimpan kisah legenda yang sangat terkenal. Yaitu tokoh Raden Mas Rangsang yang bergelar Sultan Agung Hanyokrokusumo yang mendapat petunjuk wangsit tentang kekuasaan di tanah Jawa. Beliau mendapat wangsit bila mau menjadi penguasa di tanah Jawa, beliau harus berjalan kearah barat di Keraton Kotagede menuju pegunungan menoreh dan melaksanakan tapa brata di salah satu perbukitan menoreh ini yang sekarang dikenal dengan nama puncak Suroloyo.

      Jalanan dengan kelokan yang tajam, penuh dengan tanjakan diapit oleh jurang dan bukit merupakan hal yang akan menemani perjalanan anda menuju Surolyo. Setelah beberapa waktu menuju perbukitan dengan penuh mendebarkan ini sampailah anda di kawasan Suroloyo dan perasaan anda akan tergantikan oleh pemandangan yang indah menakjubkan.

      Untuk menuju puncak Suroloyo anda harus menaiki anak tangga berjumlah 286 dengan tingkat kemiringan yang lumayan terjal. Sesekali anda harus beristirahat dulu untuk memulihkan tenaga menuju anak tangga berikutnya. Biasanya pada anak tangga yang ke 100, banyak para wisatawan mulai terenggah –engah. Setelah beristirahat secukupnya, anda dapat melanjutkan perjalanan menaiki tangga tersebut dengan hati-hati.

      Begitu kaki anda mulai menginjakkan di puncak Suroloyo maka akan disambut puluhan kupu-kupu, burung gereja dan capung berhamburan seakan menyambut kedatangan anda. Dari Puncak Suroloyo yang mempunyai ketinggian 1.019 m dpl ini, anda akan menyaksikan keindahan lanskap yang luar biasa. Candi Borobudur terlihat mungil dikelilingi 4 gunung sebagai bentengnya yaitu gunung Merapi, gunung Merbabu, gunung Sindoro dan gunung Sumbing.

     Sudah disediakan tiga gardu pandang untuk menikmati keindahan alam dari puncak Suroloyo yang  terbaik adalah saat matahari terbit sampai jam 10.00 WIB karena pemandangan di waktu – waktu tersebut biasannya cerah sehingga pemandangan di bawahnya akan terlihat jelas.

      Ada tiga pertapaan di puncak Suroloyo ini yang dapat kita temui, yaitu pertapaan Suroloyo, Sariloyo dan Kaedran. Kita mulai dari pertapaan Suroloyo yang berupa sebidang tanah dengan ukuran 7×15 m2. Pertapaan inilah yang konon dipakai tempat bertapa oleh Sultan Agung. Dari tempat ini kita arahkan pandangan kita ke utara, nun jauh disana akan terlihat Candi dan kota Magelang. Sedangkan kalau pandangan kita arahkan ke timur, anda akan melihat puncak Merapi yang berdiri gagah diselimuti awan putih.

      Selanjutnya pertapaan Sariloyo yang berada tak jauh dari pertapaan Suroloyo, dari tempat ini anda akan dapat melihat lanskap Gunung Sindaro dan Sumbing dipadu dengan kawasan perbukitan hutang lindung yang indah menghijau. Dari puncak suroloyo berjarak 200 m sebelah barat terdapat gardu pandang yang tak jauh dari tempat tersebut ada sebidang tanag yang disebut Tegal Kepanasan yang berupa tugu setinggi 1 meter yang berfungsi sebagai tanda batas wilayah DIY dan Jateng.
 Dari puncak Suroloyo sekitar 250 meter barat daya terletak pertapaan yang ketiga yaitu pertapaan Kaendran. Dari tempat pertapaan tersebut wisatawan dapat melihat wilayah Kulonprogo sampai pantai selatan. Dapat anda lihat dengan jelas walaupun cukup jauh bentangan pesisir Samudera Hindia dan kawasan pantai Glagah.
      Pada waktu-waktu tertentu puncak Suroloyo ini dipadati oleh pengunjung, terutama setiap tanggal 1 Sura ( 1 Muharram ) dimana terdapat acara upacara “jamasan” pusaka Tombak Kyai Manggolo Murti dan Songsong Manggolo Dewo yang bertempat di sendang Kawidodaren yang terletak 300 meter dari puncak. Semasa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono ke IX, kedua pusaka tersebut dititipkan kepada Mbah Manten Hadi Wiharjo, seorang sesepuh di dusun Keceme.

Lokasi

Puncak Suroloyo berlokasi di Dusun Keceme, Desa Gerbosari, Kecamatan Samigaluh Kabupaten Kulonprogo Daerah Istimewa Yogyakarta.

Akses
Untuk bisa mencapai Puncak Soroloyo dapat memilih 2 jalur yaitu :
Dari Yogyakarta – Jalan Godean – Kenteng – Nanggulan – Kalibawang – Suroloyo.
Dari arah Semarang atau Magelang : Magelang – Muntilan – Jalan Wates – Kalibawang – Suroloyo.
Rute alternatif : ditempuh dengan jalan kaki melalui Borobudur menuju kearah selatan menuju sub terminal Samigaluh selanjutnya menuju arah Suroloyo.

Fasilitas

Fasilitas yang tersedia di Surolyo hanya berupa warung – warung kecil yang menyediakan makanan dan minuman ala kadaranya. Bila anda melewati daearah Nanggulan, anda dapat menemukan warung sate yang sangat terkenal dan konon tempat tersebut langganan Bupati Kulonprogo untuk menjamu tamu-tamunya.
Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Thursday, November 13, 2014

Tlogo Putri kaliurang

 Unknown     7:48 AM     Nature     No comments   

      Tlogo Putri merupakan salah satu objek wisata yang berada di kawasan Kaliurang. Tepatnya terletak di Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Di kawasan wisata ini terdapat sebuah danau yang walaupun kecil, namun tetap dapat kita nikmati keindahannya. Di samping danau, terdapat sebuah panggung yang biasa dipakai dalam berbagai acara seperti wayangan, dangdutan dan kegiatan lainnya. Pengelola kawasan wisata ini sering mengadakan acara pentas seni pada hari Minggu. Jadi lebih baik kita datang pada hari Minggu bila ingin menikmati acara di sini.

     Di kawasan ini juga terdapat wahana permainan seperti flying fox, bianglala, dan kita bisa menyewa perahu bebek ataupun kano. Hampir mirip yang ada di pasar malam pada umumnya. Tetapi pada saat saya datang ke sini berbagai wahana ini tampak sepi, dan tidak ada yang memainkannya. Mungkin karena waktu saya datang memang bukan pada hari libur, jadi tidak banyak wisatawan yang datang.

     Kawasan yang cukup luas memberikan berbagai pilihan kegiatan yang bisa kita lakukan disini. Bila kita ingin menikmati suasana alam yang masih asri, kita bisa menyempatkan diri untuk masuk lebih dalam ke kawasan hutan yang dikelola oleh Perhutani. Untuk memasuki kawasan ini kita hanya ditarik biaya masuk yang tidak besar. Dan pada saat memasuki kawasan hutan, kita akan disambut oleh kedatangan gerombolan monyet yang ada di sini. Walaupun mereka sering meminta makanan yang dibawa oleh wisatawan, tetapi monyet-monyet ini tidak agresif. Sepertinya mereka sudah terbiasa dengan kedatangan wisatawan di kawasan ini.

      Setelah memasuki jalan setapak yang tidak terlampau jauh, kita akan sampai di lokasi Air Terjun Tlogo Muncar. Sayang ketika saya berkunjung sedang musim kemarau, jadi debit airnya sangat sedikit. Tetapi hal ini tidak begitu mengganggu keindahan air terjun yang katanya pernah dipakai mandi oleh seorang putri Kerajaaan Majapahit bernama Dewi Candrakirana ini. Berada di sekitar Tlogo Muncar memberikan ketenangan tersendiri. Sejuknya udara, serta rimbunnya pepohonan menjadikan nuansa alami sangat terasa disini. Dan bila kita ingin beristirahat sejenak, kita dapat duduk-duduk di taman dan ayunan yang disediakan, sembari melihat gerombolan monyet yang berkeliaran. Nilai lebih kawasan ini adalah adanya papan nama jenis pohon yang ada di banyak pohon di sini. Hal ini tentunya akan menambah pengetahuan kita tentang ragam flora yang ada.

      Tetapi bila kita malas berjalan kaki, kita bisa menyewa mobil jeep untuk mengantar kita berkeliling hingga kawasan Lava Tour dengan kisaran harga sewa 250 ribu rupiah pada hari biasa dan 300 ribu rupiah pada hari libur. Menyusuri kawasan kaliurang dengan menggunakan jeep kap terbuka tentunya memiliki keasyikan tersendiri. Selama di perjalanan kita bisa menikmati kawasan asri kaliurang dan melihat sisa-sisa bencana letusan gunung Merapi yang terjadi pada tahun 2010 lalu.Untuk wisatawan yang datang berombongan, kita juga bisa menyewa kereta mini yang bentuknya cukup unik seperti di bawah ini:

      Puas berjalan-jalan, tentunya perut akan terasa lapar. Tetapi jangan khawatir, di sini terdapat berbagai makanan khas yang bisa kita nikmati. Terdapat banyak warung yang menyediakan menu-menu seperti jadah tempe, nasi pecel, dan sate kelinci. Harga yang ditawarkan juga tidak mahal tentunya. Jadi, kawasan wisata Tlogo Putri ini bisa menjadi pilihan liburan kita sekeluarga yang tidak menguras kantong.

Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg
Older Posts Home

Popular Posts

  • Gunung Api Purba
    Indahnya Gunung Api Purba Yogyakarta        Gunung api purba Nglanggeran memang purba sekali dengan usia 60 juta tahun yang lokasiny...
  • Candi Borobudur
    Candi Borobudur         Candi Borobudur merupakan satu-satunya candi budha terbesar di dunia sampai saat ini. Meskipun sekarang sudah...
  • Museum Panglima Besar Jenderal Sudirman
          Sejarah singkat Museum Panglima Besar Jenderal Sudirman terletak di Jalan Bintaran Wetan 3, Yogyakarta. Pada masa kolonial Belanda,...
  • Monumen Jogja Kembali
           Monumen Jogja Kembali merupakan ikon tempat wisata diYogyakarta selain Keraton Yogyakarta. Monjali mulai dibangun pada 29 Juni 19...
  • Taman Sari
    Taman Sari Yogyakarta Taman sari yogyakarta | Umbul Pasiraman Taman Sari Jogja atau Taman Sari Yogyakarta atau Taman Sari Wa...

Categories

  • Alam
  • History
  • HotelsYogyakarta
  • Jogja
  • Kota
  • Nature
  • Pantai
  • Sejarah

Blog Archive

  • May (6)
  • November (51)
  • October (7)

Total Pageviews

Labels

  • Alam
  • History
  • HotelsYogyakarta
  • Jogja
  • Kota
  • Nature
  • Pantai
  • Sejarah

Contributors

  • Unknown
  • Unknown

Followers

Sample Text

/*
*/

Copyright © Explore-Indonesia | Powered by Blogger
Design by Andy Sanjaya | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Distributed By Andy Sanjaya